Bencana Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara mulai 15 September 2013 hingga saat ini. Pada 19 Januari 2014, tidak kurang jumlah pengungsi 8.873 Kepala Keluarga atau 28.221 jiwa. “Hingga saat ini, Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyalurkan paket bantuan logistik senilai Rp 3,6 miliar, ” kata Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri di lokasi pengungsian Kabupaten Karo, Kamis (23/01/ 2014).

Bantuan Kemensos diberikan dalam tiga tahap, yaitu pada 16 September 2013, 22 November 2013 dan 6 Januari 2014. Paket bantuan tersebut berupa lauk-pauk, peralatan evakuasi, seperti tenda gulung, alat dapur umum lapangan, genset, serta perlengkapan sandang lainnya.

“Paket bantuan yang diberikan secara bertahap disesuaikan dengan tingkat penanganan bencana dan kebutuhan para pengungsi Erupsi Gunung Sinabung di lapangan, ” ujarnya.

Selain memberikan paket bantuan logistik, Kemensos juga mengerahkan 70 personel Tarugan Siaga Bencana (Tagana) yang ditugaskan untuk mengoperasikan dapur umum di 42 pos pengungsian, sekaligus  mendistribusikan berbagai bantuan logistik di pos-pos penampungan tersebut.

Para pengungsi kehilangan harta benda dan terguncang dengan kondisi tersebut. Untuk itu, dibutuhkan pendampingan dari para relawan, terutama dalam masa tanggap darurat pasca bencana.(Sumber Berita dan Dok. : Biro Humas)

“Kondisi penampungan pengungsi yang serba terbatas membutuhkan pasokan asupan makanan dan minuman yang cukup, tidak hanya bagi orang dewasa, juga di sana terdapat anak-anak dan balita, ” tandasnya.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyatakan, terjadi peningkatan status Gunung Sinabung dari level siaga menjadi awas yang ditandai dengan meluasnya lontaran material berukuran 3-4 cm sejauh 4 km. Oleh karena itu, warga yang bermukin di sekitar Gunung Sinabung dalam radius 5 km harus diungsikan.

Kondisi demikian, membuat Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Karo telah memperpanjang penanganan masa tanggap darurat terhitung sejak 19  hingga 25 Januari 2014.

Sumber : Kemsos