Tim Ekspedisi Kemanusiaan Kelompok Marjinal (EKKM) 2014 Kementerian Sosial  Republik Indonesia, Senin tanggal 10 Februari 2014 tiba di Provinsi Banten, setelah melalui perjalanan dari,lintas Sumatera Aceh, Medan, Riau, Padang, Bengkulu, Palembang dan lampung.Setelah tanggal 10 Februari ini, tim ekspedisi memasuki wilayah Jawa dengan ditandai penyerahan Pataka Tim Ekspedisi Kemanusiaan Kelompok Marjinal (EKKM) 2014 Kementerian Sosial  Republik Indonesia bertempat di Hotel Grand Mangkuputra oleh ketua Tim Ekspedisi Kemanusiaan Kelompok Marjinal (EKKM) 2014 Kementerian Sosial  Republik Indonesia Nahar, SH, M.Si  di saksikan olehStaf Ahli Menteri Bidang Dampak Sosial  Mu’ man Nuryana, M.Sc, Ph.D, Sekretaris Badan Pendidikan dan Penelitian Kesejahteraan Sosial, Drs. Heri krissritanto,  kepada Wakil Wali Kota Cilegon di dampingi oleh Kepala Dinas Sosial Profinsi Banten beserta  jajarannya.

Acara Puncak Tim Ekspedisi Kemanusiaan Kelompok Marjinal Kementerian Sosial RI yang dilaksanakan di Taman Wulandira di Provinsis Banten diawali Berbagai kegiatan bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis, pengukuran dan pemberikan kacamata baca, kaki dan tangan palsu, tongkat,  alat bantu dengar, kursi roda, makanan bergizi, , serta kursi roda

Dalam sambutan Menteri Sosial RI yang di wakili oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial RI, Drs. Toto Utomo Budi Santoso, M. Si  menyampaikan Beberapa alasan mengapa Ekspedisi Kemanusiaan perlu dilakukan:

Pertama : siklus perencanaan yang disusun tahun sebelumnya mungkin saja belum mengakomodasi kejadian mendadak atau situasi terbaru saat ini. Bisa saja muncul kondisi kedaruratan sehingga memerlukan kerja besar serta memerlukan kecepatan serta keterpaduan.

Kedua : Ekspedisi ini mempunyai visi dan misi khusus untuk mengejar momentum menggemakan Kesetiakawanan Sosial melalui kerjasama dalam memberikan berbagai pelayanan sosial yang mengerahkan berbagai daya dan upaya yang ada, memperkuat persaudaraan, persatuan dan gotong royong dari wilayah barat sampai ke wilayah timur Indonesia.

Ketiga : permasalahan sosial seringkali harus dilakukan secara cepat, tepat dan membutuhkan aksi sosial seluruh komponen. Melalui Ekspedisi Kemanusiaan ini maka semua komponen dipersilahkan secara bersama untuk melakukan aksi sosial, baik Pemerintah, Masyarakat, Dunia Usaha, Orsos Asing, TNI POLRI serta Pilar partisipan lainnya.

Keempat : kekhususan ekpedisi ini menerapkan format metode penyelenggaraan sosial secara terpadu melalui pelayanan rehabilitasi sosial, pemberdayaan sosial maupun perlindungan dan jaminan sosial. Meski sasaran dan programnya memiliki karakteristik yang berlainan, namun pelaksanaannya dapat dipadukan sesuai masalah di wilayahnya.

Kelima : dalam ekspedisi ini membawa misi khusus lainnya yaitu pencerahan terhadap masyarakat melalui penyampaian informasi, komunikasi dan edukasi agar masyarakat dapat mengetahui, memahami yang pada akhirnya mampu memanfaatkan secara optimal program yang diberikan, baik oleh pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota.

Keenam : Saat ini adalah saat yang tepat untuk bersikap proaktif dan progresif serta harus dilakukan secara kreatif memadukan kearifan lokal yang ada terhadap penyelesaian permasalahan sosial, dengan melakukan ”jemput bola” menjangkau dan mendatangi masyarakat di berbagai lokasi. Oleh karena itu personil yang terlibat adalah satuan-satuan cepat seperti TRC, Tagana, TKSK, Karang Taruna serta pilar partisipan di lokasi setempat dan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) maupun LKS Asing.

diharapkan, kegiatan Ekpedisi Kemanusiaan ini dapat kita jadikan semangat bagi daerah untuk lebih intensif dan kreatif dalam menangani berbagai permasalahan sosial di wilayahnya. Tentunya dengan melibatkan berbagai kearifan lokal dan potensi sumber kesejahteraan sosial yang ada di wilayahnya. Untuk tahun selanjutnya, diharapkan kegiatan semacam ini dapat direplikasi oleh Pemerintah Provinsi melalui kegiatan ekspedisi yang mengintegrasikan seluruh program yang menyentuh masyarakat marjinal di seluruh kabupaten/kota di provinsi yang bersangkutan.

harapan ini langsung direspon dengan cepat oleh Rano Karno, Wakil Gubernur Pemerintah Provinsi Banten dengan memerintahkan semua unit terkait di Kabupaten untuk meneruskan kegiatan ini sampai pada tingkat kecamatan.

DAFTAR BANTUAN UNTUK PROVINSI BANTEN

  1. Program PKSA :

a.    Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA) bagi 569 Anak dengan total bantuan, Rp. 1.024.200.000.
b.    Perlengkapan Sekolah 125 paket (Rp. 12.500.000),
c.    Paket Bantuan 25 Balita (Rp. 2.500.000).

  1. Lanjut Usia :

a.    Asistensi Sosial Lanjut Usia Telantar untuk 1.250 Lansia, @Rp2.400.000,-, total Rp.3.000.000.000,-
b.    Bedah Rumah Lanjut Usia sebanyak 10 Rumah untuk Kab. Serang dan 10 Rumah untuk Kab. Pandeglang, @Rp.10.000.000,- total Rp. 200.000.000,-
c.    Bantuan Kebutuhan Lansia, untuk 100 lansia, @Rp.100.000, total Rp. 10.000.000,-

  1.  Korban Napza :

a.    Bantuan Lembaga Informasi dan Konsultasi “Sobat Mutiara” Kota Tangerang Selatan (Rp. 20.000.000),
b.    Bantuan Institusi Penerima Wajib Lapor untuk Yayasan Hikmah Sa’adah Kabupaten Tangerang (Rp. 20.000.000),
c.    Bantuan Rehabilitasi Sosial 25 orang Korban Napza Yayasan Hikmah Saadah Kabupaten Tangerang (Rp. 87.500.000),

  1. Paket Bantuan untuk 100 korban Napza Rp. 10.000.000,-
  2. Bantuan Asistensi Sosial Orang Dengan Kecacatan Berat untuk 507 ODKB, @ Rp. 3.600.000,- total Rp. 1.825.200.000,-
  3. Bantuan alat bantu disabilitas berupa kursi roda, tongkat ketiak/kruk, alat bantu dengar, tongkat netra.
  4. Bantuan alat bantu penyandang disabilitas melalui Yayasan Budi Asih Kab. Pandeglang Rp 182.000.000,-
  5. Bantuan Kearifan Lokal bagi Korban Bencana Sosial sebanyak 5 Paket @ Rp 50.000.000 dan total senilai Rp 250.000.000,- untuk Kabupaten Serang
  6. Bantuan Mobil Tanki Air sebanyak 1 unit senilai Rp 315.100.000,- untuk Kabupaten Serang.
  7. Bantuan Pinjam Pakai Mobil Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) 2 unit @ Rp. 365.709.300,- dengan Total Rp 731.418.600,- untuk LK3 Kabupaten Serang dan LK3 Kota Cilegon.
  8. Bantuan Program PKH untuk lokasi lama 7 kab/kota 122 kecamatan, untuk 89.828 Rumah Tangga Sasaran (RTS) senilai Rp. 43.740.762.500,-, Saturasi Kecamatan 1 Kab/Kota di 2 kecamatan untuk 362 RTS senilai Rp. 271.350.000,- Kota Serang 6 kecamatan untuk 3.620 RTS senilai Rp. 6.516.000.000,-
  9. Bantuan Asuransi Kesejahteraan Sosial melalui Yayasan Bina Kusuma Sejahtera untuk 595 peserta dengan nilai bantuan Rp. 92.820.000,-
  10. Bantuan alat bantu siswa untuk Anak Berkebutuhan Khusus Kab. Serang senilai Rp. 60.000.000,-.
  11. Bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Fakir Miskin untuk Kab. Serang sebanyak 20 Kelompok @ 20.000.000,- dengan total nilai Rp. 400.000.000,-.
  12. Dana Dekonsentrasi dan Tugas Perbantuan untuk Provinsi Banten, senilai Rp 19.616.319.000,-

Kegiatan EKKM 2014 di Provinsi Banten di akhiri dengan pelepasanTim Ekspedisi Kemanusiaan 2014 dari Kota Banten menuju etape berikutnya yaitu Kota Indramayu di Jawa Barat. (Mario/OHHBadiklitkesos)

Sumber : kemsos