Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) yang selalu diperingati oleh Kementerian Sosial RI setiap tahunnya merupakan salah satu strategi pendekatan untuk mengembangkan nilai-nilai Kesetiakawanan Sosial. Peringatan HKSN diharapkan dapat menjadi alat pengungkit untuk menggerakan kembali nilai-nilai kesetiakawanan sosial yang ada dimasyarakat, yang dilaksanakan ditingkat pusat, propinsi dan kabupaten/kota. Adapun tujuan dari peringatan HKSN adalah momentum pelembagaan kesetiakawanan sosial untuk didayagunakan menjadi bagian dari sikap dan prilaku kehidupan sehari-hari, bermasyarakat dan berbangsa, mendayagunakan peran aktif masyarakat luas. Acara Puncak Peringatan HKSN 2013 dilaksanakan pada tanggal 21 Desember 2013 di Lapangan Karebosi Kota Makasar, Provinsi Sulawesi Selatan dibuka oleh Kemenkokesra Agung Laksono. Kegiatan ini diselenggarakan dalam bentuk upacara Peringatan diikuti kegiatan-kegiatan lainnya yang dihadiri oleh para pejabat pemerintah , TNI dan Polri, Tokoh Masyarakat, Tokoh agama, Organisasi Sosial/Lembaga swadaya mayarakat, unsur generasi muda, lembaga pendidikan, dunia usaha, media massa, relawan sosial maupun warga masyarakat lainnya.

Tarian daerah dan nusantara khas Prov. Sulawesi Selatan mengawali acara , dilanjutkan dengan penyerahan Pataka HKSN yang dibawa oleh Petugas Paskibraka yang diserahkan oleh Gubernur Sulawesi selatan kepada Menteri Sosial RI dan diserahkan kepada Gubernur Jambi selaku tuan rumah HKSN Tahun 2014. Selain itu dilakukan juga penyerahan Penyerahan-penyerahan penghargaan berprestasi diantaranya penghargaan kepada Gugus Tugas Sosial Berprestasi kepada 10 orang Karang Taruna, 10 orang Pekerja Sosial Masyarakat, 10 orang Tenaga Kesejahteraan Sosial kecamatan dan 10 orang Organisasi Sosial/LKS, Penghargaan Kesetiakawanan Sosial kepada : 2 orang Penyelenggaraan Kesos Pemberdayaan Nilai K2KS, 13 orang Penyelenggaraan Kesos Perumus Piagam Makassar untuk Kesetiakawanan Sosial, 12 orang Pemberdayaan KAT, 2 orang Pemberdayaan Orsos, 10 orang Sakti Peksos Terbaik, 5 orang Pandu Gempita, 2 orang penerima Sharing APBD PKH, 3 orang Keberpihakan dan Konsistensi dalam program penyelenggaraan Kesos yg berasal dari Boltim, Sumbar dan Sumut, 14 orang Dunia Usaha, 27 orang Lembaga Kesos Berprestasi dan 12 orang Media yang melakukan Publikasi Penyelenggaraan Kesos. Adapun Penyerahan Bantuan yang diberikan berupa : 4 unit Mobil Penanggulangan Bencana (Kab. Pinrang, kab. Tana Toraja, Kab. Pangkajene dan kab. Bone, Mobil Lembaga Konsultasi dan Kesejahteraan Keluarga (LK3) Keliling kepada Provinsi Sulawesi Selatan (Kab. Enrekang, Kab. Takalar, Kab. Bantaeng dan Kab. Bulukumba dan kepada Prov. Sulawesi Tengah (Kota Palu dan Kab. Poso).

Mensos menyadari bahwa bantuan yang diberikan tersebut tidak dapat begitu saja menyelesaikan masalah sosial secara keseluruhan, namun hal ini merupakan salah satu bagian dari komitmen dalam menyelesaikan permasalahan bangsa sejalan dengan tekad kita membangun kebersamaan, soliditas dan solidaritas sosial untuk saling bahu membahu serta berbagi untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat sebagaimana tema peringatan HKSN Tahun 2013 “Kesetiakawanan Sosial Untuk Indonesia Sejahtera”.

Daftar Bantuan Sosial Pada Acara Puncak Peringatan HKSN Tahun 2013 Untuk Provinsi Sulawesi Selatan :

1. – Mobil Penanggulangan Bencana
– Kabupaten Pinrang : 1 unit Dunlap dengan nilai bantuan Rp. 458.000.000,-
– Kabupaten Tana Toraja : 1 unit RTU dengan nilai bantuan Rp. 372.500.000,-
– Kabupaten Pangkajene : 1 unit Truck dengan nilai bantuan Rp. 295.000.000,-
– Kabupaten Bone : 1 unit Mobil Tangki Air dengan nilai bantuan Rp. 315.000.000,-
2. Program Keluarga Harapan (PKH) diberikan kepada keluarga sangat miskin (KSM) di 15 kab/Kota di 129 Kecamatan dengan jumlah penerima 54.531 KSM dan total nilai bantuan sejumlah Rp. 30.122.600.000,-
3. – Mobil LK3 Keliling
– Kabupaten Enrekang : 1 unit dengan nilai bantuan Rp. 330.000.000,-
– Kabupaten Takalar : 1 unit dengan nilai bantuan Rp. 330.000.000,-
– Kabupaten Bantaeng : 1 unit dengan nilai bantuan Rp. 330.000.000,-
– Kabupaten Bulukumba : 1 unit dengan nilai bantuan Rp. 330.000.000,-
4. – Bantuan untuk Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE) di Prov. Sulawesi Selatan kepada 300 KK dengan nilai bantuan Rp. 300.000.000,-
5. – Rumah Sederhana Rumah Tidak Layak Huni (RSRTLH)
– Kabupaten Enrekang sebanyak 100 unit/kk dengan nilai bantuan Rp. 1.000.000.000,-
– Kabupaten Pinrang sebanyak 100 unit/kk dengan nilai bantuan Rp. 1.000.000.000,-
– Kabupaten Luwu sebanyak 100 unit/kk dengan nilai bantuan Rp. 1.000.000.000,-
– Kabupaten Wajo sebanyak 45 unit/kk Rp. 450.000.000,-
– Kabupaten Gowa sebanyak 30 unit/kk Rp. 300.000.000,-
6. – Sarana Lingkungan (Sarling)
– Kabupaten Pangkep sebanyak 2 unit dengan nilai bantuan Rp. 100.000.000,-
– Kabupaten Wajo sebanyak 2 unit dengan nilai bantuan Rp. 100.000.000,-
7. – Kelompok Usaha Bersama (KUBE) kepada 20 Kelompok KUBE Kota Makassar dengan nilai bantuan Rp. 400.000.000,-
8. – RSRTLH
– Kota Makassar sebanyak 148 rumah dengan nilai bantuan Rp. 1.480.000.000,-
– Kabupaten Takalar sebanyak 50 rumah dengan nilai bantuan Rp. 500.000.000,-
– Kabupaten Sinjai sebanyak 50 rumah dengan nilai bantuan Rp. 500.000.000,-
9. – Sarana Lingkungan (Sarlinng)
– Kota Makassar sebanyak 2 unit dengan nilai bantuan Rp. 100.000.000,-
– Kabupaten Takalar sebanyak 1 unit dengan jumlah bantuan Rp. 50.000.000,-
– Kabupaten Sinjai sebanyak 1 unit dengan jumlah bantuan Rp. 50.000.000,-
10. – Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (PKAT)
– Kabupaten Enrekang sebanyak 50 unit/kk dengan jumlah bantuan Rp. 1.225.000.000,-
– Kabupaten Luwu Utara sebanyak 64 unit/kk dengan jumlah bantuan Rp. 1.651.840.000,-
– Kabupaten Toraja Utara sebanyak 47 unit/kk dengan jumlah bantuan Rp. 63.108.720,-
11. Rehabilitasi Taman Makam Pahlawan Panaikang sebanyak 1 unit dengan jumlah bantuan Rp. 500.000.000,-
12. Pemberian kaki Palsu kepada Sdr. Aidil dan Sdr. M. Wahyudin

Sumber : Kemsos